Sejumlah Fraksi DPRD Surabaya Setuju Usulan Walikota Surabaya PSBB Tidak Diperpanjang






Surabaya- Dua Fraksi DPRD Kota Surabaya menginginkan adanya masa transisi baru tanpa melanjutkan perpanjangan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya.

Ketua Fraksi PSI William Wirakusuma mengatakan, bahwa melihat data pasien sebaran Covid-19 dari PSBB jilid 1-3 terus naik.

"Berarti masih kurang efektif untuk PSBB, tapi kalau ini dilanjutkan terus berdampak roda perekonomian. Mending tidak pakai status PSBB cuman pengawasan protokolnya diperketat," papar William, Senin (8/5).

Menurut William, peralihan masa transisi dengan membiasakan orang menjaga kesehatan, tetap wajib memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak.

"Kami berharap pemerintah ada regulasi baru di masa transisi ini, supaya ekonomi bisa berjalan baik. Apalagi saat ini tingkat kesembuhan pasien covid terus meningkat," tandasnya.

Ia menjelaskan, dalam masa transisi baru untuk Kampung Wani di tingkat Kelurahan terus ditingkatkan.

"Kampung wani di setiap kampung-kampung kita usulkan harus efektif. Sebenarnya sejak awal ada karantina wilayah (lokal- Red) dari dulu sebaran covid-19 tidak akan meluas, karena mereka lebih tahu kondisi kesehatan warganya," katanya.

Selama masa transisi baru,  lanjut William, jika Pemkot tetap meningkatkan protokol kesehatan. "Saya Optimis tidak ada kluster-kluster baru sebaran covid atau tidak bakalan ada kenaikan secara segnifikan di Surabaya," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Fraksi Golkar Agoeng Prasodjo, yang menginginkan tidak diperpanjangnya PSBB Surabaya Raya.

"Selama ini Surabaya sudah mengikuti aturan. Bisa kita bayangkan PSBB dilapangan tidak efektif, karena malam hari tidak dijaga ketat, artinya ada semacam pembiaran" ungkapnya.

Masih Agoeng, jika PSBB Surabaya diperpanjang, kata Agoeng bagaimana dengan perekonomian ditingkat bawah itu harus ada solusi.

"Kalau tidak ada solusi kasihan warga,  karena secara perekonomian warga sudah jatuh. Yang harus dipikirkan yaitu warga ditingkat bawah ini tidak mempunyai tabungan banyak. Kecuali kalau Gubernur Jatim memberikan bantuan yang jelas kepada pelaku usaha warkop dan lainnya. Tentunya warga akan mematuhi karena secara kehidupan warga sudah terpenuhi," pungkasnya.

Dia setuju atas usulan dari Wali Kota Surabaya untuk PSBB tidak diperpanjang.

"Tapi masa transisi selama seminggu ini warga tetap melakukan protokoler kesehatan, sehingga PSBB tidak perlu diperpanjang lagi," pungkas dia.(Ham)

Posting Komentar

0 Komentar